Nama : Heru
Yuono, S.Pd
No.
UKG : 201900832780
Instansi : SD
Negeri 05 Bumi Nabung Ilir
LPTK : Universitas Muhammadiyah Sumatera
Utara
Tugas Modul 1 Topik 4
Bapak/Ibu Guru, pada bagian ini Bapak/Ibu Guru akan menjelaskan hasil telaah yang telah dilakukan sebelumnya. Bapak/Ibu Guru dapat memilih salah satu dari alternatif di bawah ini.
- Mempublikasikan hasil telaah Bapak/Ibu Guru pada platform media sosial, dan mintalah pendapat dari rekan sejawat Bapak/Ibu Guru.
- Mempublikasikan di grup jejaring rekan sejawat, dan mintalah 1-2 orang rekan Bapak/Ibu Guru memberikan tanggapan.
- Mempublikasikan di blog pribadi, dan minta rekan sejawat Bapak/Ibu Guru untuk memberikan komentar.
- Presentasikan pada rapat guru, dan minta beberapa orang rekan Bapak/Ibu Guru memberikan umpan balik.
Studi Kasus Penerapan CRT
Bapak/Ibu guru telah mempelajari konsep pendekatan CRT. Kini saatnya
Bapak/Ibu guru mengajak rekan sesama guru/kepala sekolah/pengawas untuk
dapat melakukan studi kasus bersama.
Diskusikan alternatif solusi kedua contoh kasus di bawah ini dari sudut pandang penerapan CRT.
Contoh Kasus 1
Pak Surya adalah guru matematika. Pekan ini Pak Surya akan
menyampaikan materi mengenai
perkalian. Sekolah Pak Surya berlokasi dekat dengan pasar dan sebagian besar dari orang tua peserta
didik merupakan pedagang.
Bagaimana kegiatan pembelajaran yang sebaiknya dirancang
oleh Pak Surya dengan menerapkan pendekatan CRT?
|
Tujuan Pembelajaran:
1.
Siswa mampu memahami
konsep perkalian dalam konteks nyata
2.
Siswa mampu menerapkan
konsep perkalian dalam menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan
dengan perdagangan.
3.
Siswa mampu mengembangkan
sikap positif terhadap matematika
Kegiatan Pembelajaran:
1.
Pembukaan:
·
Menyampaikan pertanyaan
terbuka: “Siapa yang pernah membantu orang tua
berjualan di pasar? Apa saja yang kalian lakukan?”
·
Mengaitkan dengan materi: “anak-anak pasti sering menghitung jumlah
barang yang dijual. Hari ini kita akan belajar tentang perkalian yang sangat
berguna dalam menghitung banyaknya barang ketika berjualan di pasar.
2.
Kegiatan Inti
·
Role Playing (Penjual dan Pembeli)
-
Membagi siswa menjadi
kelompok-kelompok kecil terdiri dari 4 sampai 5 siswa. - Setiap kelompok menjadi sebuah toko yang menjual berbagai macam barang dagangan (menggunakan barang yang ada di sekitar siswa atau menggunakan gambar) |
-
Setiap kelompok membuat
daftar harga barang yang mereka jual
-
Masing-masing kelompok
bergantian menjadi pembeli dan penjual.
-
Guru memberikan soal
cerita yang berkaitan dengan pembelian barang dengan jumlah banyak (misalnya:
“Dewi membeli 6 buah semangka dengan harga Rp. 10.000 per buah. Berapa total
harga yang harus Andi bayar?
·
Proyek Mini
-
Siswa diminta untuk
membuat laporan sederhana tentang salah satu produk yang dijual di pasar.
-
Menghitung keuntungan dari
penjualan jika produk tersebut terjual dengan jumlah tertentu.
·
Diskusi Kelompok
-
Guru memberikan beberapa
soal cerita terkait dengan jual beli di pasar.
-
Siswa berdiskusi dalam
kelompok untuk memecahkan permasalahan yang ada dalam cerita tersebut.
1.
Penutup
·
Refleksi: siswa membagikan pengalaman mereka selama kegiatan pembelajaran
·
Kesimpulan: menyampaikan pentingnya perkalian dalam kehidupan
sehari-hari, terutama bagi pedagang.
Contoh Kasus 2
Ibu Nisa adalah guru Bahasa Sunda. Ibu Nisa menemukan bahwa
peserta didiknya berasal dari
berbagai suku dan hanya sebagian kecil yang merupakan Suku Sunda. Sebagian besar mereka mengalami kesulitan
untuk mengikuti pembelajaran tersebut. Bagaimana strategi
yang dapat dilakukan
Ibu Nisa untuk dapat menciptakan pembelajaran yang
menyenangkan dengan menggunakan pendekatan
CRT?
Bu Nisa dapat
menerapkan beberapa strategi pembelajaran yang menyenangkan dan efektif dengan
pendekatan CRT untuk mengatasi tantangan tersebut. Adapun saran yang dapat
diberikan adalah sebagai berikut: ·
Menghormati dan mengakui
keragaman siswa: memulai pembelajaran dengan
menghormati dan mengakui keragaman siswa baik dalam bahasa, suku, etnis, dan
agama mereka. Hal ini dapat menciptakan pembelajaran yang inklusif dan
menghargai. ·
Kosa kata Inklusif: menghindari penggunaan kosa kata yang hanya bisa dipahami oleh satu
kelompok budaya saja.
·
Tentang Sejarah: menjelaskan kepada siswa tentang sejarah bahasa sunda dan bagaimana
hal tersebut dipengaruhi oleh dinamika sosial politik.hal ini dapat membantu
siswa dalam memahami lebih dalam tentang bahasa dan suku sunda. ·
Mendorong partisipasi aktif: Bu Nisa dapat mendorong siswa untuk berbagi pengalaman mereka, saling
bertanya dan berdiskusi satu sama lain. Hal ini mampu menciptakan pembelajaran
yang inklusif dan menghargai.
|
|
Komentar
Posting Komentar